Promotor Raw Vision Collective memastikan Dome Stage untuk konser Kanye West siap di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Panggung globe itu menjadi pusat perhatian menjelang konser Kanye West Live in Jakarta pada 24 Oktober 2026. Karen Tjahja, Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, mengungkapkan kesiapan panggung setelah meninjau langsung stadion. Konser ini menjanjikan pengalaman visual berskala besar melalui panggung melingkar yang dirancang agar penonton menyaksikan aksi dari berbagai arah.
Karen menyampaikan kepastian itu saat jumpa pers di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Oktober 2026. Ia mengaku melihat sendiri kondisi globe pada malam sebelumnya, meski awak media tidak diizinkan merekam aktivitas di dalam stadion. Bocoran itu meredakan rasa penasaran penggemar yang mengikuti perkembangan instalasi panggung viral melalui media sosial.
Dome Stage Jakarta Dijanjikan Setara dengan Panggung Global
Karen menegaskan ukuran globe yang disiapkan untuk Jakarta sama persis dengan instalasi yang digunakan Ye di negara lain. Kepastian itu penting karena skala panggung menjadi elemen utama dalam membangun visual raksasa dan atmosfer pertunjukan hip-hop tersebut. Dengan ukuran setara, promotor menegaskan penonton Jakarta akan menikmati skala produksi yang sama seperti penggemar Ye di luar negeri. Promotor berharap keseragaman tersebut menghadirkan intensitas visual setara standar produksi dalam rangkaian penampilan sang rapper di luar negeri.
Membawa Instalasi Raksasa Menuntut Presisi Produksi
Membawa dome stage lintas negara menuntut koordinasi rumit, sebab tim harus menerbangkan properti utama dan menyiapkan lokasinya. Karen menjelaskan tim Ye mengawal persiapan secara langsung dan menetapkan spesifikasi teknis secara rinci bersama promotor lokal. Tim lokal menata produksi di Jakarta, sementara tim Ye mengirim globe dari luar negeri demi menjaga konsep.
Tim Ye Mengunci Detail Panggung
Tuntutan produksi itu menunjukkan bahwa promotor lokal perlu menyelaraskan setiap detail panggung dengan standar tim Ye. Karen mengatakan tim Ye mengawal persiapan secara langsung dan mengunci spesifikasi instalasi sesuai permintaan sang rapper.
“All the globe is flying over, so kita memang di sini production setup, it’s gonna be amazing,” ujar Karen Tjahja.
Pernyataan itu memberi gambaran bahwa pengiriman properti dan penyiapan lokasi berjalan berdampingan demi merealisasikan konsep pertunjukan.
Dome Stage 360 Derajat Mengubah Perspektif Penonton
Konsep Dome Stage 360 derajat memungkinkan penonton dari sisi berbeda menyaksikan konser tanpa bergantung pada satu arah utama. Desain tersebut membagi pengalaman visual secara lebih menyeluruh, sekaligus menjadikan ruang tengah stadion sebagai pusat aksi yang imersif. Kategori Festival, CAT 4, dan VIP akan memperoleh sudut pandang berbeda sesuai posisi masing-masing terhadap panggung melingkar.
Sudut Pandang Berbeda di Setiap Kategori
Pendekatan ini menggeser pola konser stadion yang biasanya mengandalkan panggung frontal, lalu mengarahkan perhatian penonton menuju ruang pertunjukan. Alih-alih terpaku pada satu sisi, penonton dapat menangkap momen panggung dari perspektif yang bergantung pada area tiket mereka. Karen menilai konsep ini memberi pengalaman berbeda, meski penonton semua kategori menyaksikan pertunjukan musik yang sama.
Tiket Masih Tersedia Menjelang Hari Pertunjukan
Di tengah persiapan panggung, promotor menyebut tiket konser Kanye West Live in Jakarta masih tersedia untuk calon penonton. Penggemar yang belum mengamankan akses masih memiliki peluang, tetapi sebaiknya memeriksa kanal penjualan resmi sebelum berangkat. Menjelang konser 24 Oktober 2026, kesiapan infrastruktur visual menjadi salah satu sorotan utama selain musik dan penampilan Ye. Perhatian tertuju pada bagaimana panggung globe memadukan skala, tata artistik, dan perspektif berbeda di tengah GBK.
Penggemar menempatkan Dome Stage sebagai elemen paling dinanti dalam konser Jakarta, berkat rancangan melingkar dan spesifikasi tim Ye. Keberhasilan instalasi terlihat saat lampu panggung menyala dan penonton merasakan langsung perspektif yang dijanjikan promotor. Kini, penggemar menanti kesiapan akhir sambil memanfaatkan kesempatan membeli tiket yang masih tersedia menjelang konser.