Ahmad Dhani Akui Salah Sebut Nama Sandhy Sondoro

Ahmad Dhani mengundang perhatian setelah mengaku baru mengetahui penulisan nama Sandhy Sondoro secara tepat dalam pertemuan musik terbaru. Pengakuan jenaka itu muncul saat keduanya memperkenalkan program Karaoke Night di Java Rock, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa malam. Dhani selama ini mengira nama penyanyi tersebut ditulis Sandoro, hingga percakapan media itu berubah menjadi momen ringan. Di balik candaan itu, pertemuan mereka juga memperkenalkan format karaoke rutin yang mengedepankan pilihan lagu dan mutu audio.

Program ini dirancang berlangsung setiap Selasa selama sebulan, setelah gagasannya sempat tertunda akibat kesibukan masing-masing musisi. Pembukaan pertama dapat dinikmati gratis, sedangkan penyelenggara berencana memberlakukan minimum charge bagi pengunjung mulai pekan berikutnya. Kehadiran Sandhy sekaligus memberi kesempatan bagi Dhani menguji kecocokan vokal mereka sebelum mempertimbangkan kolaborasi yang lebih luas.

“Saya baru tahu ternyata namanya Sandhy Sondoro, bukan… Kirain Sandoro. Baru tahu, Sandhy Sondoro.”

— Ungkap, Ahmad Dhani.

Sandhy Sondoro Tampil dengan Audio High Fidelity

Keduanya tampil berdua tanpa band, mengandalkan sistem audio khusus yang menurut Dhani dirancang berbeda dari perangkat karaoke konvensional. Ia menjelaskan timnya merancang sendiri tata suara, dengan pendekatan high fidelity dan high end untuk memperkaya detail vokal. Konsep tersebut menempatkan kejernihan audio sebagai pembeda utama, bukan kemegahan aransemen panggung atau iringan band lengkap. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi pengunjung untuk menikmati lagu secara dekat, dalam suasana santai dan akrab.

“Jadi sound-nya sound yang kita buat sendiri. Sound-nya high fidelity-lah, high end, high fidelity.”

— Jelas, Ahmad Dhani.

Format Karaoke Menonjolkan Kedekatan Musikal

Program ini menghadirkan pendekatan yang lebih personal karena Dhani dan Sandhy memilih bernyanyi tanpa formasi band. Format tersebut membuat vokal, pilihan lagu, dan kualitas reproduksi audio tampil sebagai elemen utama sepanjang acara. Meski berlangsung santai, gagasan audio high fidelity memberi identitas tersendiri bagi agenda musik mingguan di Java Rock.

Nostalgia Membuat Ajakan Dhani Sulit Ditolak

Bagi Sandhy, tawaran bernyanyi bersama Dhani sulit ditolak, sebab ia menyebut musisi tersebut sebagai idolanya. Kunjungan ke Java Rock juga membangkitkan nostalgia, terutama melalui lagu dan video pilihan yang terasa berbeda. Pilihan tersebut mengingatkannya pada masa kecil, ketika musik dan tayangan visual dapat melekat kuat dalam ingatan. Pengalaman itu menunjukkan bahwa program ini tak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga ruang bagi pendengar merawat memori personal.

“Ya orang idola saya dia. Di sini fun terus.”

— Kata, Sandhy Sondoro.

Sandhy Sondoro Membuka Peluang Proyek 2G

Obrolan kemudian mengarah pada kemungkinan proyek bernama 2G, yang sempat disebut Dhani sebagai Dua Gundul sebelum ia meralatnya. Dengan nada bercanda, ia mengganti sebutan itu menjadi Dua Ganteng, sekaligus memancing rasa penasaran tentang arah kolaborasi mereka. Dhani juga mengaku telah menguji suara Sandhy melalui lagu-lagu miliknya yang berstatus bebas royalti, lalu menemukan beberapa kecocokan.

“Ya mungkin dari karaoke-karaokean dulu, nanti mungkin kita mau bikin band baru berdua.”

— Ujar, Ahmad Dhani.

Kolaborasi Masih Menunggu Keputusan Lanjutan

Meski membuka peluang membentuk band baru, Dhani belum memastikan bahwa rencana tersebut sudah memasuki tahap produksi resmi. Untuk sementara, Karaoke Night menjadi ruang penjajakan yang memungkinkan keduanya menguji chemistry musikal di hadapan pengunjung. Respons Sandhy yang antusias memberi sinyal positif, tetapi bentuk akhir kolaborasi masih bergantung pada keputusan berikutnya.

Karaoke Night Menjadi Pintu bagi Proyek Berikutnya

Agenda mingguan ini memadukan nostalgia, eksperimen tata suara, dan kemungkinan kolaborasi tanpa mengunci format musik mereka sejak awal. Model acara yang fleksibel memberi ruang bagi Dhani dan Sandhy mengevaluasi respons penonton, sekaligus menakar kesesuaian karakter vokal. Namun, penggunaan lagu bebas royalti dalam penjajakan belum berarti seluruh materi proyek mendatang telah ditentukan atau diumumkan. Karena itu, rencana 2G sebaiknya dipahami sebagai kemungkinan awal, sementara fokus terdekat tetap pada sesi karaoke bersama.

Pertemuan tersebut memperlihatkan sisi santai dua musisi yang berbagi panggung melalui kecintaan pada lagu dan pengalaman mendengarkan. Bagi penonton, daya tarik acara bertumpu pada kedekatan interaksi, pilihan lagu, dan karakter audio yang berbeda. Di tengah candaan soal nama, pertemuan ini turut memantik spekulasi mengenai duet yang berpeluang berkembang melampaui karaoke mingguan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post