Lagu Mayangsari “Selama Kita Bersama” Resmi Dirilis

Mayangsari merilis “Selama Kita Bersama”, single terbaru ciptaan Rian Ekky Pradipta atau Rian D’Masiv, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Peluncuran tersebut sekaligus memperkenalkan video musik lagu itu secara resmi melalui label milik Mayangsari, MST Production. Penyanyi asal Purwokerto itu juga menggelar intimate showcase di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, untuk menyapa penikmat musik secara langsung. Lewat rilisan ini, lagu Mayangsari menyoroti kesinambungan kreativitasnya, bukan sekadar narasi kepulangan setelah lama tidak tampil.

Mayangsari menepis anggapan bahwa single baru tersebut menandai kembalinya ia ke industri musik setelah menjalani masa vakum. Ia menyebut aktivitas kreatifnya tetap hidup, meski belakangan memilih medium dan format berbeda untuk menyampaikan ekspresi artistik. Baginya, seni tidak tunduk pada usia, sementara perjalanan panjang turut mempertemukannya dengan banyak musisi dan menjaga hubungan profesional.

Lagu Mayangsari dan Konsistensi Berkarya

Ia memandang profesi seniman sebagai perjalanan yang terus berubah, sehingga setiap fase hidup memberinya ruang untuk mengeksplorasi cara berkarya. Pernyataan itu memperjelas posisinya terhadap industri musik: perilisan karya baru tidak otomatis berarti memulai lagi dari awal. Sebaliknya, ia memilih memperbarui medium ekspresi sambil mempertahankan seni sebagai bagian penting dalam kesehariannya hingga kini. Konsistensi lagu Mayangsari juga terlihat dari kenyamanannya membangun kolaborasi, karena jejaring sesama musisi memperkuat perjalanan kariernya.

Pertemuan dengan Rian Berawal dari Sang Anak

Pertemuan dengan Rian D’Masiv bermula ketika Mayangsari mencari lagu yang kelak bisa dibawakan putrinya sendiri. Namun, perkenalan yang semula berorientasi pada kebutuhan sang anak justru membuka kesempatan bagi Mayangsari menyanyikan karya Rian. Kedekatan mereka berkembang melalui kesamaan latar sebagai seniman, sehingga komunikasi kreatif terasa mudah meski sebelumnya tidak akrab.

Proses Kreatif Rian D’Masiv Berlangsung Spontan

Ayu, istri Rian, menjelaskan bahwa suaminya sering menciptakan lagu seorang diri, terutama pada pagi hari saat inspirasi muncul. Menurut penuturannya, proses awal sebuah lagu bisa berlangsung sekitar 10 menit, meski pengembangan karya tentu membutuhkan pertimbangan musikal. Kebiasaan tersebut menggambarkan spontanitas Rian saat menangkap gagasan, lalu mengolahnya menjadi komposisi yang siap dipertemukan dengan penyanyi. Dalam kasus ini, lagu akhirnya menemukan suara yang sesuai melalui pertemuan tak terduga antara Rian dan Mayangsari.

“Setelah Mas Rian berproses dengan lagunya, itu ketemu Mbak Mayang, Mas Rian cuma bilang, Alhamdulillah lagunya sudah ketemu jodohnya.”

— Ungkap, Ayu

Lagu Mayangsari Menemukan Makna Kebersamaan

Perubahan arah proyek terjadi setelah Mayangsari mendengar materi lagu dan menilai judul awalnya belum mewakili pesan yang ingin disampaikan. Judul awal “Selama Kamu Milikku” kemudian berubah menjadi “Selama Kita Bersama” setelah Mayangsari mengusulkan penamaan yang lebih mewakili pesan lagu. Perubahan itu mengarahkan pesan lagu pada kebersamaan yang terasa lebih setara, bukan kepemilikan sepihak dalam hubungan.

Perubahan Judul Menegaskan Makna Setara

Mayangsari dan Rian akhirnya menyepakati judul baru setelah berdiskusi tentang nuansa emosional yang hendak mereka tonjolkan. Pilihan tersebut membuat inti lagu lebih terbuka, karena kata “bersama” memberi penekanan pada hubungan timbal balik. Keputusan ini memperlihatkan peran penyanyi dalam menafsirkan karya, tak hanya membawakan melodi dan lirik ciptaan musisi lain.

Showcase Intimate Melengkapi Peluncuran Single

Peluncuran single dan video musik dilengkapi intimate showcase di Gandaria, memberi kesempatan kepada Mayangsari untuk membawakan lagu secara langsung. Format pertunjukan yang lebih dekat itu menghadirkan dimensi berbeda dibandingkan perilisan digital, sebab pendengar dapat merasakan interpretasi vokal secara langsung. Video musik juga memperluas akses terhadap karya Mayangsari melalui kanal digital bagi penonton yang tidak hadir di lokasi. Gabungan peluncuran visual dan penampilan luring membuat rilisan ini hadir dalam dua pengalaman, yaitu tontonan daring dan pertemuan langsung.

Bagi Mayangsari, langkah ini menjadi ruang untuk terus berkarya sekaligus memaknai ulang hubungan antara musik, pengalaman hidup, dan pendengarnya. Kolaborasi dengan Rian juga menegaskan bahwa perjumpaan kreatif dapat menghadirkan arah baru, bahkan ketika niat awalnya berbeda. Melalui “Selama Kita Bersama”, ia menyampaikan pesan kebersamaan sambil mempertahankan identitas seni yang terus bergerak mengikuti zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post